LIPUTAN KOMPAS

DEMAM "FITNESS" MASUK DESA

Kamis, 28 Januari 2010 | 13:31 WIB

Setelah beberapa pekan tak berjumpa, Mbak Sri yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang warung nasi di Wonosari itu terlihat lebih kurus. Meskipun menolak ketika dikatakan terlihat pucat, ia tak menampik bahwa berat badannya sudah turun beberapa kilogram. "Saya sekarang rajin fitness. Cuma bayar Rp 4.000 sehari, ruangannya sudah ber-AC. Yang penting sehat," ungkapnya, dengan nada bangga.

Demam tubuh langsing bagi perempuan dan berotot bagi kaum adam agaknya sudah menyusup hingga pelosok pedesaan. Sejak tiga tahun terakhir, gerai-gerai fitness mulai tumbuh subur di Gunung Kidul. Tiga gerai di seputaran kota Wonosari dan satu gerai di Kecamatan Karangmojo. Di kabupaten yang mayoritas penduduknya masih jalan kaki berkilometer menuju ladang ini agaknya fitness sudah menjadi bagian dari kebutuhan.

Hari masih terik dan jarum jam panjang baru beranjak dari waktu tengah hari ketika Gerai Fit Center di kota Wonosari mulai disesaki pelanggan. Berdiri sejak tahun 2007, Fit Center telah memiliki 750 anggota tetap dengan tawaran paket bulanan Rp 35.000 atau per hari Rp 5.000. "Tingginya minat lebih ke perbaikan penampilan sekaligus sehat," ujar pengelola Fit Center, R Anto W, Rabu (27/1).

Anggota Fit Center seperti Bagus yang berusia di atas 40 tahun mengaku lebih mengedepankan fungsi kesehatan. Biasanya ia menghabiskan waktu hingga 1,5 jam untuk berlatih beban maupun peregangan otot. Untuk membentuk otot bak binaragawan, setidaknya dibutuhkan latihan lima kali sepekan selama satu tahun dengan durasi latihan satu jam.

Untuk membuka gerai fitness, Anto yang pernah ikut kontes binaragawan di televisi ini patungan dana dengan dua rekannya hingga terkumpul modal awal Rp 75 juta. Dana tersebut terutama untuk membeli berbagai alat kebugaran tubuh seperti treadmill, rowing, butterfly, dan pull down. Ia memperkirakan, usahanya itu baru akan balik modal dua hingga tiga tahun mendatang.

Menjamurnya minat untuk berbadan bagus dan sehat juga mendorong Binarko Agung Rahmanto dan Ferry Setiawan yang mengantongi sertifikat binaragawan untuk membuka gerai Omah Fitness sejak Desember di Jeruksari, Wonosari. Dengan tarif lebih murah Rp 4.000 per hari atau Rp 28.000 per bulan, mereka sudah menjaring 25 anggota tetap.

Bermodal awal Rp 40 juta, mereka juga melengkapi ruang fitness dengan pendingin ruangan dan karpet. Dua pemuda tegap berotot ini pun siap menjadi instruktur pribadi dengan biaya Rp 130.000 untuk 12 kali pertemuan. Pelanggan mereka, antara lain, adalah ibu-ibu dari kelompok campursari. Penampilan memang bukan segalanya, tetapi dibutuhkan demi masa depan yang lebih baik. Itu prinsip mereka.... (WKM)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Launching Omah Fitnes

Omah Fitnes dibuka mulai tanggal 20 Desember 2009, bertempat di JerukSari Wonosari, sebelah Utara Stadion Wonosari.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS